Jul
14
2011

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI

 

Dengan perkembangan ilmu sekarang ini membuat teknologi berkembang sangat pesat, terutama teknologi peralatan dan teknologi peralatan komunikasi. Teknologi komputer dan telekomunikasi telah membawa manusia ke dalam era informasi yang mengalir tiada batas. Informasi diperlukan manusia untuk menyelesaikan berbagai keperluan hidupnya, termasuk kehidupannya di dalam pekerjaan organisasi

Berkembangannya teknologi komputer sebagai alat pengolah data menjadi informasi, maka pekerjaan informasi yang rumit dalam organisasi sangat banyak mengalami perubahan dan kemudahan. Pekerjaan pun dapat dilakukan dengan secara maksimal. Pekerjaan khususnya dalam informasi suatu organisasi sangat rumit, karena mencakup berbagai unit, subunit, dan subsubunit pada berbagai tingkat transaksi dan manajemen masing-masing, serta hubungan satu sama lainya. Untuk melokalisasikan dan mengelompokkan pekerjaan informasi tersebut agar lebih mudah dikerjakan dan bekerja sama dalam berbagai macam corak dan bentuk organisasi, maka diperlukan sebuah sistem. Menurut definisi dari kamus Webster’s Unabridged, sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.

Organisasi dapat berupa satu sistem yaitu berupa integrasi dari berbagai subsistem yang ada pada suatu organisasi, agar lalu lintas informasi dan penyediaaan informasi dapat berjalan lancar bagi kepentingan organisasi secara keseluruhan. Dengan sistem maka diharapkan bahwa setiap kebutuhan manajemen akan sesuatu informasi dapat diperoleh.  Pengertian informasi adalah suatu kesatuan pernyataan pandangan, fakta, konsep atau ide, yang berhubungan erat dengan pengetahuan, yang mana apabila informasi tersebut diasimilasikan, dikorelasikan dan dimengerti akan menjadi suatu pengetahuan. Informasi dapat berupa : pengetahuan baru; teori; prinsip; ide; teknologi baru, desain baru; produk baru; proses; prototif; penyempurnaan; metode.

Dengan beredarnya informasi dari unit ke unit di manajemen maka terjadilah arus informasi atau hubungan informasi antarunit. Hubungan tersebut lazim disebut sebagai hubungan antarsubsistem dalam suatu kaitan kerja sama suatu sistem. Dengan demikianlah timbullah istilah Sistem Informasi. Karena sistem informasi tersebut yang dikerjakan dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen maka tujuan manajemen dapat tercapai secara efisien dan efektif

Sistem informasi yaitu suatu rangkaian informasi yang didalamnya terdapat bagian-bagian yang berhubungan dan saling berketergantungan satu sama lain, mulai dari bagian yang besar ke bagian yang terkecil. Hubungan tersebut berupa hubungan-hubungan arus informasi yang mewakili tingkat-tingkat sistem keorganisasian.  Informasi yang dihasilkan dari berbagai cara pengolahan data diperuntukkan bagi keperluan pimpinan untuk mengerjakan pekerjaan manajemen. Dengan perkembangan teknologi alat pengolah data sampai ke pada komputer sekarang ini, maka data dapat diolah menjadi informasi sesuai keperluan tingkat manajemen organisasi. Dengan demikian unit organisasi dapat mencapai tujuannya masing-masing sehingga keseluruhan organisasi akan dapat mencapai tujuan secara efisien dan efektif.

 

Sistem Informasi sebagai sebuah sistem

Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi dan mengeluarkan hasilnya. Model dasar sistem : masukan, pengelolahan dan keluaran adalah cocok bagi kasus sistem pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya. Oleh karena itu, ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model sistem informasi. Setelah ditambahkan penyimpanan data, fungsi pengolah informasi bukan lagi hanya mengubah data menjadi informasi tetap juga menyimpan data untuk penggunaan kelak. Model dasar pengolahan informasi berguna dalam memahami bukan saja keseluruhan sistem pengolahan informasi secara tersendiri. Setiap penerapan dapat dianalisis menjadi masukan, penyimpanan, pengolahan dan keluaran

Dalam membangun sistem informasi, dibutuhkan metode untuk mewujudkannya. Untuk itu dibutuhkan sebuah framework arsitektur sistem informasi yang memadai. Dengan menggunakan framework arsitektur, akan lebih mudah mudah memahami berbagai informasi sehingga dapat memutuskan kebijakan seberapa banyak informasi yang diperlukan dan bagaimana menggunakannya. Untuk membangun sistem informasi tersebut dibutuhkan, pertama, seorang System Analyst (Analisa Sistem) yang mampu dapat melihat segala kebutuhan sistem yang akan dibangun. Seorang System Analyst harus memiliki kepekaan dalam melihat segala kekurangan suatu sistem dan berinisiatif dalam menutupi segala kekurangan suatu sistem, umumnya seorang system analyst memiliki:

  • Pengalaman lebih dalam
  • Membangun sistem
  • Mengenal betul suatu sistem
  • Memiliki kepekaan/suka mengamati suatu sistem

Kedua, untuk membangun sistem informasi dibutuhkan metode-metode pembangunan sistem agar dapat menuntun pembuat atau pengembang untuk menghasilkan suatu sistem yang standar, metode-metode tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Metode Prototype
  • Metode Spiral
  • Metode Daur Hidup

Source: Pembangunan Sistem Informasi.pdf

 

Jul
12
2011

PENERAPAN E-BUSINESS Di INDONESIA

 

Dalam dunia bisnis, teknologi saat ini berubah sangat cepat. Perubahan ini merupakan salah satu pendorong utama munculnya ekonomi baru. Teknologi digital atau teknologi informasi, seperti internet dan komputer, memungkinkan penyimpanan dan transmisi data dalam format digital. Informasi digital telah meningkatkan ekonomi melalui pasar yang lebih efisien, lebih banyak akses informasi, serta globalisasi komunikasi. Era ekonomi digital memaksa perusahaan untuk menyusun konsep pemasaran, kemampuan dan hubungan yang baru.

Kemajuan informasi mengharuskan perusahaan untuk mengubah mind-set mereka. Setiap perusahaan harus melakukan investasi besar dalam bidang teknologi dan konektivitas jaringan investasi mereka dalam teknologi informasi terkadang jauh melebihi investasi untuk mendanai pabrik ataupun peralatannya.

Menurut Budi Sutedjo, internet merupakan sebuah koneksi global dari ribuan jaringan yang dikelola secara bebas. Selain itu, internet juga sebagian bagian dari kemajuan teknologi, yang telah membentuk ulang pasar dan bisnis. Bisnis pun mulai mengadopsi internet sehingga mendukung terciptanya sistem e-business.

Salah satu perubahan yang signifikan di Indonesia dalam menggunakan internet, setiap orang dapat menjalankan bisnisnya melalui jaringan internet, khususnya bagaimana cara kita mengatur pasar dan penjualan (marketplace dan trading). Sebagai contoh, bagaimana kita melakukan pembayaran secara online, jual-beli saham secara online, membeli tiket pesawat serta, even-even dari ajang tertentu secara online, membeli komputer, printer, stik memori secara online, membeli buku secara online dan masih banyak lagi.

Banyak perusahaan di Indonesia sekarang dituntut untuk mempersiapkan diri dengan berbagai perangkat e-business sebagai bagian dari pola interaksinya dengan para konsumennya, supplier, dah bahkan karyawannya sendiri. Salah satu contoh perusahaan menerapkan e-business adalah PT Multi Megah Mandiri (MMM). Perusahaan ini menyadari semakin banyak tantangan dan persaingan dari luar yang harus dihadapi, terlebih di era perdagangan bebas seperti sekarang.

 

source:

Penerapan E-business di Indonesia.doc

Penerapan E-business di Indonesia.pdf

May
30
2011

PRODUK

Sekarang ini kita akan mengulas mengenai buku karangan Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc Pemasaran Strategik BAB 1 tentang Produk.

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Deferensiasi produk:

• Bertujuan pada maanfat (Penggunaan, Psikologis, Mengatasi Masalah)
• Visualisasi produk (Atribut, Kualitas, Corak, Kemasan, Brand)
• Menambah nilai produk (Garansi, mudah, pengiriman, avalaible, layanan   purnajual)
Bab ini mengulas mengenai deferensiasi produk, produk bundling, produk lining, produk positioning dan strategi merek.

 

Untuk selengkapnya silakan akses ke website

http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Mar
22
2011

PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DI PT UNILEVER

Peter Drucker, mengungkapkan bahwa “the basic economic resource is no longer capital, nor natural resources, not labor. It is and will be knowledge”.

Fenomena sekarang ini mengarah pada perubahan dunia bahwa sumber ekonomi tidak lagi dalam bentu money capital atau sumber daya alam, tetapi sekarang ini lebih mengacu kepada knowledge capital. Oleh karena itu, knowledge atau pengetahuan ini kedepanya dapat memegang peranan penting, dan karena itu harus di manage.

Menurut Goerge R. Terry dan Leslie W. Rue manage atau manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

Sedangkan, pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang  terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya). Dengan sendirinya, pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran dan penglihatan. Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas yang berbeda-beda

Jadi, Knowledge Management yang biasa disingkat KM, merupakan kegiatan organisasi dalam mengelola pengetahuan sebagai aset, dimana dalam berbagai strateginya ada penyaluran pengetahuan yang tepat kepada orang yang tepat dan dalam waktu yang cepat, hingga mereka bisa saling berinteraksi, berbagi pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari demi peningkatan kinerja organisasi.

PT Unilever Indonesia memang memiliki komitmen mengkapitalisasi pengetahuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dan memahami pentingnya manajemen pengetahuan dalam suatu organisasi untuk membantu meningkatkan kompetensi SDM, sehingga perusahaan mampu menghadirkan layanan, produk dan program yang inovatif serta terpercaya

Oleh karena itu, PT. Unilever Indonesia, Tbk meraih penghargaan Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) sebanyak 3 kali berturut-turut pada 2005-2008 sebagai perusahaan yang menciptakan budaya belajar sekaligus penerapan Knowledge Management.

Dalam melakukan knowledge management, PT Unilever Indonesia melakukan berbagai pendekatan program pembelajaran (Learning). Proses kegiatan pembelajaran tersebut secara total company, Unilever Indonesia akhirnya merumuskan sebuah program yang disebut Learning Award. Program ini mewadahi hampir seluruh kegiatan pembelajaran di perusahaan baik yang sifatnya formal dan terstruktur maupun yang informal dan sporadis.

Learning Award adalah suatu sistem untuk memotivasi orang-orang yang memberikan sharing pengetahuan dan pengalaman kepada rekan kerja yang lain. Atas kontribusi tersebut, mereka mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Perlu diingat disini, apresiasi tidak harus berbentuk materi karena apresiasi tertinggi justru dirasakan ketika seseorang merasa bisa berkontribusi banyak kepada rekan kerjanya yang lain lewat sharing berbagai pengetahuan dan pengalaman serta ketika dia dihargai sebagai salah satu internal trainer di perusahaan. Setiap tahunnya ditentukan karyawan-karyawan terbaik yang berjasa besar dalam program pembelajaran dengan pemberian penghargaan (award) tertentu seperti:

  • Learning Champion of The Year
  • Coach of The Year
  • The Most Active Contributor
  • The Most Valued Contributor
  • Top Scorer Award

Dan secara khusus sebagai pimpinan perusahaan akan memberikan selamat dan penghargaan yang menciptakan kebanggaan bagi para kontributor kegiatan pembelajaran dan membuat mereka semangat untuk lebih berkontribusi dan lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini pada akhirnya ditujukan untuk kemajuan perusahaan agar  terus menjadi terbaik.

Salah satu keunggulan PT Unilever Indonesia dalam mengembangkan knowledge management maupun menciptakan learning organization adalah kemampuannya dalam menciptakan berbagai program pembelajaran yang unik dan menarik

Penerapan Knowledge Management.pdf

 

Dec
13
2010

Sejarah dan Perkembangan Laptop

Perkembangan teknologi saat ini membawa pengaruh luar biasa bagi gaya hidup setiap orang. Terutama dibidang teknologi informasi baik segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Tidak dipungkiri lagi perkembangan komputer cukup mengesankan, dahulu komputer yang hanya digunakan untuk keperluan kantor, sekarang berkembang ke berbagai bidang seperti design, game, dan hiburan. Pada awal-awal pertamanya komputer hanya dapat digunakan terbatas di meja saja atau yang sering disebut sebagai computer desktop (komputer duduk). Dengan terus berkembangnya pola pikir dan peradaban manusia, muncul konsep atau ide bahwa komputer tidak hanya digunakan sebatas di atas meja saja, tetapi harus dapat digunakan untuk berpindah-pindah tempat (mobile).

Berikut ini awal pentahapan perkembangan laptop yang dikutip dari www.kaskus.us adalah sebagai berikut :

Tahap pertama Hal ini berawal dari ide pada 1970-an oleh Alan Kay dari Xerox Palo Alto Research Center memiliki suatu visi untuk sebuah komputer jinjing yang tidak memerlukan kabel, seukuran buku catatan. Ia menamakannya Dynabook. Dynabook milik Kay ini diciptakan dengan kemampuan network wireless. Dan hal ini mulai mengerakkan roda perkembangan sebuah komputer jinjing yang sebenarnya seperti sekarang ini.

Tahap kedua Di era 1979, William Moggridge dari korporasi Grid System menciptakan komputer jinjing yang pertama: The Grid Compass Computer 1109. Memiliki 340 kilobyte memory, sebuah kotak die-cast magnesium dan sebuah layar lipat electrominescent. Nasa membeli banyak darinya pada kisaran $800 perbiji, untuk digunakan pada program ruang angkasa.

Tahap ketiga pada 1983 Gavilan Computer memproduksi sebuah komputer laptop yang bekerja dengan baik sebaik MS-DOS pada processor 8088. Diproduksi dengan 64K RAM, dapat di up-grade ke 128K. Dengan berat sekitar 9 pounds, memiliki touchpad/mouse didepan sebelah atas keyboard.

Tahap keempat Pada tahun 1984 Apple memperkenalkan Apple model IIc. Apple IIc adalah sebuah notebook-seukuran komputer, akan tetapi bukan Laptop sebenarnya. Memiliki microprosesor 65C02, Memory 128 kilobytes dan floppy drive 5.25-inch internal, dua port serial, port mouse, modem card, power supply external, dan dapat dilipat. Komputer itu sendiri memiliki berat 10 sampai 12 lb (5kg), akan tetapi monitornya sedikit lebih berat. Apple IIc memiliki monitor monochrome 9-inci dan LCD panel optional.

Kombinasi antara komputer/panel LCD telah menjadikannya sebuah komputer portable. Apple IIc dipasarkan ke rumah dan bidang pendidikan, dan meraup sukses untuk sekitar lima tahun. Perusahaan lain seperti IBM, memperkenalkan komputer jinjing lainnya pada tahun berikutnya. Komputer jinjing pertama yang dilepas secara komersial adalah IBM PC, tidak seperti Apple IIc, PC convertible adalah benar-benar sebuah computer Laptop. Seperti Komputer Gavilan diperkenalkan pada tahun 1986.

Dengan fitur: Microprosesor 8088,Memory 256 kilobyte,Dua floppy drive 3,5-inch (8.9 cm),Sebuah layar LCD,Paralel dan port serial printer,Ruang untuk modem internal danSebuah software dasar mencakup pengolahan kata, penangalan kalendar, buku alamat, dan software kalkulator. Dengan berat yang kokoh 12 lbs (5,4 kg), PC ini dijual pada kisaran $3500. Menjadi komputer jinjing yang pertama dengan desain clamshell seperti laptop sekarang. Sukses dari PC yang dapat dirubah menjadi katalisator untuk parapesaing seperti Compaq dan Toshiba mengubah desain clamshell ini menjadi komputer jinjing mereka sendiri. Dan mulai jaman dari sebuah komputer laptop.

Nov
3
2010

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Skip to toolbar